Halaman

11 Jun 2013

Knowldege Sharing

Knowldege Sharing adalah salah satu kajian dari teknologi ilmu khususnya di bidang knowledge Management. Knowledge management sharing merupakan kegiatan berbagi  pengetetahuan kepada orang lain. Pada hakikatnya setiap orang memilikki pengetahuan. Pengetahuan itu terkumpul dan tersimpan dalam otak tiap individu atau yang disebut dengan sebuah repository. Pengetahuan itu tersebut dapat dibagi atau ditransfer kepada orang lain.
The Main Purpose of Knowledge Sharing
Tujuan utama knowledge sharing adalah untuk mendistribusikan konten yang tepat untuk orang yang tepat pada waktu yang tepat. Sistem ini harus memungkinkan kita dengan cepat dan efektif untuk menemukan informasi dan keahlian yang relevan dan yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Oleh karean itu pengetahuan tacit berada dalam pikiran individu, mereka ketrampilan, pengalaman, pertimbangan nilai. Individu sering kali merupakan sumber yang paling sulit untuk mendokumentasikan karena mereka merasa bahwa berbagi apa yang mereka ketahui akan membuat mereka di upgrade atau bahwa pengetahuan mereka pada setiap ,mata pelajaran yang diberikan adalah apa yang membuat mereka unik.
Knowledge Sharing Tools
·         Document Management Tools
·         Content Management
·         Entrprise Resource Planning (ERP)
·         Portals
·         Data Warehousing
·         Web logs
·         K-logs

·         Wikis

25 Mei 2013

Knowledge Portal

CATEGORIZATION
 

Dari gambar di atas dapat kita lihat VIVA.CO.ID mempunyai PORTAL 6 CATEGORIZATION yang meliputi :
1.       NEWS
2.       BOLA
3.       LIFE
4.       BLOG
5.       FORUM
6.       JUAL BELI
 Masing-masing dari alat” portal categori mempunyai isi tersendiri yang dapat digunakan untuk  
 mempermudah user dalam melakukan pencarian atau searching, yang meliputi ;

NEWS
Bola
Life
Blog
Forum
Jual Beli
Politik
Bisnis
Nasional
Metro
Dunia
Sainstek
Sport
Otomotif
Sorot
Wawancara
Fokus

News
Tim
Klasemen
Live Score
Statistik
Video
Foto
Style
Showbiz
Food + Living
Travel
Health + Sex
Foto
Video
community
Entertainment
Lifestyle
Otomotif
Sport
Dunia
Ekonomi
Politik
Wisata
Sosial
Budaya
teknologi
VIVA FORUM yang meliputi:
Indeks
Jual beli
Beranda
Kawasan Blogger
Komunitas
Regional
Otomotif
Sport
Hobi
karir
VIVASOCIO yang meliputi:
Politik
Bisnis
Nasional
Metro
Dunia
Sainstek
Sport
Otomotif
Sorot
Wawancara
Fokus


Reference : http://www.viva.co.id/

18 Mei 2013

Intelegent Agents


Kelompok E : Intelegent Agents .

Virtual Agent Character untuk Mendukung Intelligent LearningSystem Berbasis Web

1. Pendahuluan

Dialog merupakan hal yang paling dasar dalam suatu sistem komunikasi pembelajaran. Suatu sistem pembelajaran saat ini masih sangat bersifat statis dimana informasi text menjadi hal yang utama untuk disajikan. Seorang pengajar megupload materi melalui sistem yang ada dan siswa mendownload. Sistem
komunikasi yang tersedia pun juga berbasis text sebut saja seperti forum dan chating. Hingga pada akhirnya banyak sistem pembelajaran tidak banyak disukai. Menurut sebuah penelitian yang diampaikan oleh Blom [Bloom, B.S., 1984] dikatakan bahwa one-to-one teaching atau pengajaran secara kelompok kecil lebih
baik dibandingkan kelompok besar. Sistem pembelajaran saat ini sudah dapat dibuat untuk kelompok kecil, sehingga prose pembelajaran dapat berjalan baik. Ternyata pada kenyataannya sistem
pembelajaran ini masih belum juga berjalan secara maksimal. Sang-Mok Jeong dan Ki-Sang Song [Sang-Mok Jeong and Ki-Sang Song, 2005] dalam jurnalnya menyatakan bahwa jika human teacher (kehadiran pengajar) dalam lingkungan e-learning dapat dihadirkan maka efek yang sama akan diperoleh bila pengajaran dilakukan secara langsung one-to-one. Tulisan ini mencoba memberikan sebuah alternatif dengan menghadirkan visual
teacher sehingga dapat mendukung terciptanya intelligent learning system khususnya sistem komunikasi pembelajaran.

2. Definisi dan Karakteristik Agent
2.1. Defini Agent
Berikut adalah beberapa definisi agent dari beberapa sumber :
Webster’s New World Dictionary [Guralnik, 1983], agent didefinisikan sebagai: A person or thing that acts or is capable of acting or is empowered to act, for another.Disimpulkan [Romi Satria W, 2003]
_ Agent mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan.
_ Agent melakukan suatu tugas/pekerjaan dalam kapasitas untuk sesuatu, atau untuk orang lain.
_ Caglayan [Caglayan et al., 1997] mendefinisikan software agent sebagai:
Suatu entitas software komputer yang memungkinkan user (pengguna) untuk mendelegasikan tugas kepadanya secara mandiri (autonomously).
_ Brenner [Brenner et. al., 1998] mendefinisikan bahwa agent harus bisa berjalan dalam kerangka lingkungan jaringan (network environment)

2.2. Karakteristik Agent
Pemahaman tentang software agent, fungsi, peran, dan perbedaan mendasar dikaitkan software program yang ada, berikut ini akan dijelaskan tentang beberapa atribute dan karakteristik yang dimiliki oleh software agent [Romi Satria W, 2003- 2006].

1. AutonomyAgent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam [Woolridge et. al., 1995]. Dan satu hal penting lagi yang mendukung autonomy adalah masalah intelegensi (intelligence) dari agent.

2. Intelligence, Reasoning, dan Learning:  Setiap agent harus mempunyai standar minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsepintelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuanreasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.
3. Mobility dan Stationary: Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent lain.
4. Delegation: Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi, agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebutagent.
5. Reactivity: Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bisa mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].
6. Proactivity dan Goal-Oriented: Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivityAgent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil [Brenner et. al., 1998]. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).
7. Communication and Coordination CapabilityAgent harus memilikikemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan
perangkatnya, sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasidengan agentlain adalah masalah sentral penelitian Multi Agent System (MAS). Bagaimanapun juga untuk bisa berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan tugas, perlu bahasa standard untuk berkomunikasi. Tim Finin [Finin et al., 1993] [Finin et al., 1994] [Finin et al., 1995] [Finin et al., 1997]dan Yannis Labrou [Labrou et al., 1994] [Labrou et al., 1997] adalah peneliti software agent yang banyak berkecimpung dalam riset mengenai bahasa dan
protokol komunikasi antar agent. Salah satu produk mereka adalah Knowledge Query and Manipulation Language (KQML). Kemudian masih berhubungan dengan ini komunikasi antar agent adalah Knowledge Interchange Format
(KIF).
3. MS Agent untuk menciptakan Visual Agent Character
MS Agent adalah suatu set layanan software yang dapat diprogram, yang mendukung presentasi dari karakter grafis beranimasi dalam interface Windows. Dengan adanya MS Agent, maka dapat memberikan lebih banyak nilai interaktif ke dalam programnya. Contoh penggunaan MS Agent versi 1 yang mudah didapati adalah Office Assistant pada program aplikasi MS Office97.

MS Agent secara garis besar mempunyai tiga layanan (services), yaitu animation service / layanan animasi, input service / layanan input, dan output service / layanan output. Berikut ini ada penjabaran dari layanan-layanan tersebut

Layanan animasi :
_ Load karakter
_ Load karakter default
_ Menganimasikan karakter

Layanan input :
_ Input active client
_ Support untuk pop-up menu
_ Support untuk speech input (input berupa perkataan/omongan)
_ Pemilihan speech engine
_ Event-event speech input
_ Window voice command (perintah dengan suara)
_ Listening tip

Layanan output :
_ Support untuk synthesized speech (suara yang dikeluarkan komputer dan
menyerupai suara manusia)
_ Support untuk audio output
_ Support untuk word baloon
_ Efek suara pada saat animasi

Untuk menciptakan virtual character untuk mendukung terciptanya intelligent learning system cukup digunakan layanan animasi dan layanan output, khususnya synthesized speech. Speech engine/penghasil suara yang digunakan adalah penghasil suara default MS Agent yang berbahasa Inggris.


Penutup
Pengembangan visual agent ini dapat juga digunakan untuk membuat fasilitas chating menjadi lebih dinamis atau dapat juga digunakan dalam penyampaian materi online lainnya.
Adapun saran yang penulis sampaikan adalah bahwa penciptakan character pada akhirnya juga dapat menetukan keberhasilan suatu pembelajaran untuk itu pemilihan character untuk visual agent (teacher) dapat disesuaikan.

REFERENSI : http://majour.maranatha.edu/index.php/jurnal-informatika/article/view/272

17 Mei 2013

Muhammad sya' bani - 10141126 - SI81
Tema Project :
ANALISIS DESAIN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
 
Lecturer : Leon Abdillah

Other Techniques To Capture Tacit Knowledge

FOR GROUP E DELPHI METHOD :
Sejarah Metode Delphi :
Ø  Metode Delphi dikembangkan oleh Derlkey dan asosiasinya di Rand Corporation, California pada tahun 1960-an. Metode Delphi merupakan metode yang menyelaraskan proses komunikasi komunikasi suatu grup sehingga dicapai proses yang efektif dalam mendapatkan solusi masalah yang kompleks.
Ø  Metode Delphi merupakan suatu proses memperoleh consensus dari sekumpulan tenaga ahli (expert) tanpa mereka mengetahui satu sama lain. Dalam Metode ini, serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, kemudian jawabannya diringkas, yang selanjutnya disampaikan ke panel ahli untuk mendapat tanggapan (memberikan prakiraan). Pembahasan dapat dilakukan dalam beberapa putaran sampai tercapai suatu consensus diantara para ahli.
Ø  Metode Delphi banyak digunakan untuk memperoleh gambaran keadaan masa datang yang akurat dan professional. Namun, metode ini sangat memakan waktu dan memerlukan keterlibatan banyak pihak, yaitu para staf yang membuat kuesioner, mengirim, dan merangkum hasil untuk dipakai para ahli dalam menganalisis dan para tenaga ahlinya sendiri. Keberhasilan metode ini sangat dipengaruhi oleh rancangan kuesioner dan jumlah kuesioner yang dikembalikan oleh responden, karena perusahaan tidak bisa memaksa responden harus mengisi dan mengembalikan kuesioner yang diterimanya.
Ø   
Metode Delphi :
Ø  Metode Delphi adalah metode sistematis dalam mengumpulkan pendapat dari sekelompok pakar melalui serangkaian kuesioner, di mana ada mekanisme feedbackmelalui ‘putaran’/round pertanyaan yang diadakansambil menjaga anonimitas tanggapan responden (para ahli). (Foley, 1972)
Ø  Metode Delphi adalah teknik komunikasi terstruktur, awalnya dikembangkan sebagai metode peramalan interaktif yang bergantung pada sejumlah expert. (Harold A. Linstone, 1975)
Ø  Metode Delphi adalah modifikasi dari teknik brainwriting dan survei. Dalam metode ini, panel digunakan dalam pergerakan komunikasi melalui beberapa kuisioner yang tertuang dalam tulisan. Teknik Delphi dikembangkan pada awal tahun 1950 untuk memperoleh opini ahli. Objek dari metode ini adalah untuk memperoleh konsensus yang paling reliabel dari sebuah grup ahli. Teknik ini diterapkan di berbagai bidang, misalnya untuk teknologi peramalan, analisis kebijakan publik, inovasi pendidikan, program perencanaan dan lain – lain.
Pendekatan Dalam Metode Delphi :
Ø  Pendekatan Delphi memiliki tiga grup yang berbeda yaitu : Pembuat keputusan, staf, dan responden. Pembuat keputusan akan bertangungjawab terhadap keluaran dari kajian Delphi. Sebuah grup kerja yang terdiri dari lima sampai sembilan anggota yang tersusun atas staf dan pembuat keputusan, bertugas mengembangkan dan menganalisis semua kuisioner, evaluasi pengumpulan data dan merevisi kuisioner yang diperlukan. Grup staf dipimpin oleh kordinator yang harus memiliki pengalaman dalam desain dan mengerti metode Delphi serta mengenal problem area. Tugas staf kordinator adalah mengontrol staf dalam pengetikan. Mailingkuesioner, membagi dan proses hasil serta pernjadwalan pertemuan. Responden adalah orang yang ahli dalam masalah dan siapa saja yang setuju untuk menjawab kuisioner.
Tahap – Tahap di Metode Delphi :
Contoh Langkah-langkah yang dilakukan dalam teknik ini adalah (Dermawan, 2004):
1.    Para pembuat keputusan melalui proses Delphi dengan identifikasi isu dan masalah pokok yang hendak diselesaikan.
2.    Kemudian kuesioner dibuat dan para peserta teknik Delphi, para ahli, mulai dipilih.
3.    Kuesioner yang telah dibuat dikirim kepada para ahli, baik didalam maupun luar organisasi, yang di anggap mengetahui dan menguasai dengan baik permasalahan yang dihadapi.
4.    Para ahli diminta untuk mengisi kuesioner yang dikirim, menghasilkan ide dan alternatif solusi penyelesaian masalah, serta mengirimkan kembali kuesioner kepada pemimpin kelompok, para pembuat keputusan akhir.
5.    Sebuah tim khusus dibentuk merangkum seluruh respon yang muncul dan mengirimkan kembali hasil rangkuman kepada partisipasi teknik ini.
6.    Pada tahap ini, partisipan diminta untuk  menelaah ulang hasil rangkuman, menetapkan skala prioritas atau memperingkat alternatif solusi yang dianggap terbaik dan mengembalikan seluruh hasil rangkuman beserta masukan terakhir dalam periode waktu tertentu.
7.    Proses ini kembali diulang sampai para pembuat keputusan telah mendapatkan informasi yang dibutuhkan guna mencapai kesepakatan untuk menentukan satu alternatif solusi atau tindakan terbaik.
      Sedangkan menurut Mansoer (1989:72) Ciri khas langkah-langkah proses teknik Delphi adalah sebagai berikut:
1.    Masalah diidentifikasikan dan melalui seperangkat pertanyaan yang disusun cermat anggota kelompok diminta menyampaikan kesimpulan-kesimpulannya yang potensial.
2.    Kuesioner pertama diisi oleh anggota secara terpisah dan bebas tanpa mencantumkan nama.
3.    Hasil kuesioner pertama dihimpun, dicatat dan diperbanyak dipusat (sekretariat kelompok).
4.    Setiap anggota dikirimi tembusan hasil rekaman.
5.    Setelah meninjau hasil, para anggota ditanyai lagi tentang kesimpulan-kesimpulan mereka. Hasil yang baru biasanya menggugah para anggota untuk memberi kesimpulan baru, malah ada kalanya mereka mengubah sama sekali kesimpulan pertama mereka
6.    Langkah ke-4 dan ke-5 ini diulangi sesering ia diperlukan,sampai tercapai satu konsensus.

Teknik Delphi :

Ø  Multistep metode yang digunakan untuk memperkirakan permintaan di masa mendatang untuk produk atau layanan dimana kelompok khusus ahli dalam bertukar peramalan ekonomi dan kemudian secara terpisah menyampaikan estimasi dan asumsi ke analis yang meninjau semua data yang diterima dan masalah laporan ringkasan. Ringkasan Laporan ini kemudian didiskusikan dan ditelaah secara individu oleh anggota kelompok yang masing-masing menyerahkan perkiraan revisi terhadap analis, yang kemudian ulasan materi lagi dan masalah laporan sekunder. Proses ini berlanjut sampai semua peserta mencapai kesamaan.
Ø  Metode menyediakan anggota kelompok dengan gagasan orang lain tanpa pertemuan tatap muka. Anggota individu menuliskan pemikirannya tentang masalah dan menyerahkan ke koordinator. koordinator kemudian mengkompilasi semua komentar yang diterima dari para anggota dan mengirimkannya ke setiap anggota untuk diperiksa. Setiap anggota kemudian memberikan umpan balik pada komentar anggota lain dan menyampaikan rekomendasi kepada koordinator. Akhirnya, koordinator upaya untuk mencapai konsensus pendapat berdasarkan semua komentar yang diterima.
Kelebihan Metode Delphi :
Ø Hasil berdasarkan dari para ahli.
Ø Anonimitas dan isolasi memungkinkan kebebasan yang maksimal dari aspek-aspek negative dari interaksi sosial.
Ø Opini yang diungkapkan para ahli luas, karena dari pendapat masing-masing ahli.
Ø Kelemahan lain tertentu metode Delphi adalah perkembangan masa depan diprediksi tidak selalu benar dengan konsensus para ahli. Pertama, ketidaktahuan adalah masalah penting. Jika panelis yang salah informasi tentang suatu topik, penggunaan Delphi dapat menambahkan keyakinan hanya ketidaktahuan mereka. Kedua, kadang-kadang berpikir tidak konvensional dari luar amatir bisa menjadi lebih unggul untuk berpikir ahli
Kekurangan Metode Delphi :
Ø Biaya yang besar untuk mengundang para ahli.
Ø Hasil berdasarkan anggapan-anggapan (asumsi).
Ø Tidak semua hasil berjalan sesuai prediksi.
Ø Memakan waktu yang lama.
Contoh Aplikasi yang di gunakan :
Ø Teknologi peramalan , contoh : pengobatan pada tahun 1990
Ø Peramalan permintaan , contoh : Pariwisata Hawaii pada tahun 2000
Ø Assesment dampak lingkungan daam pengembangan Salt’s Mill .

Knowledge Management System Life Cycle

Knowledge Management System Life Cycle 

Di dalam suatu organisasi, terutama di dalam dunia kerja, seringkali terjadi regenerasi. Dari tiap-tiap generasi akan mengalami kejadian-kejadian dan akan memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Regenerasi dari tiap organisasi selalu terjadi. Oleh karena itu generasi yangbaru perlu mengetahui apa-apa saja yang telah dilakukan, dialami, dan pernah terjadi di organisasi, agar, perkembangan organisasi dapat lebih baik dan kesalahan yang terjadi dapat lebih kecil, dengan berbekalkan pengalaman, pengetahuan, data, dan dokumentasi-dokumentasi lainnya mengenai organisasi tersebut pada generasi-generasi sebelumnya. Bila tidak ada knowledge management, maka pengalaman-pengalaman, dan ilmu-ilmu yang telah di dapat oleh orang-orang sebelumnya, maka akan terbawa dan hilang begitu saja,seiring menghilangnya orang yang tergantikan tersebut.mungkin adnda masih bingung dengan apa yang saya ungkapkan barusan.

Contoh Sederhana:
Sebuah perusahaan mempunyai seorang pegawai yang sudah lama bekerja bertahun-tahun, mulai ketika ia menjadi pegawai junior, hingga menjadi kepala staff(pegawai senior). Jenjang waktu yang ditempuh pastinya tidak sebentar, oleh karena itu pengalaman yang didapat dan kemampuan yang dimiliki dibidangnyapun tidak sedikit, katakanlah telah mengalami berbagai proses pembelajaran(seminar, training, sertifikasi, dll) kemudian apabila pengetahuan yang dimiliki oleh satu orang pegawai ini tidak didokumentasikan, maka ketika pegawai tersebut telah habis masa jabatannya, maka penggantinya harus mengalami proses dari 0(nol) lagi, semisal, mengumpulkan pengalaman-pengalaman dari nol, atau harus mengalami training yang sama dengan seniornya terdahulu, yang mana pasti memakan biaya dan dari segi waktu kurang effisien.

Karena Itulan tercipta sebuah sistem yang sering dikenal manajemen pengetahuan, atau nge-trend dengan istilah Knowledge Management System Life Cycle.

Knowledge Management System Life Cycle mempunyai fungsi yang hampir sama dengan SDLC(System Development Life Cycle) yakni sebuah siklus sistem dalam membangun suatu suatu proyek. yang membedakan antara SDLC dan KMSLC adalah pendekatan yang dipakai.







SDLCKMSLC
System analyst mendapatkan informasi dari UserKnowledge Developer mendapat pengetahuan dari pakar
User tahu permasalahannya, tetapi tidak mengetahui solusinyaPakar mengetahui keduanya, baik permasalahan dan juga solusinya
Pembuatan sistem dilakukan secara berurutPembuatan sistem dilakukan dengan melakukan peningkatan-peningkatan juga secara interaktif
Pengujian dilakukan pada akhir setelah sistem terbentukPengujian dilakukan di awal sistem, mengacu pada pengetahuan pakar

About Knowledge Management System

1. Knowledge Managemen Systems
Lecturer : Leon Abdillah




       KMS adalah sistem dari KM (Knowledge Management). Menurut Maier (2006) KMS merupakan teknologi yang memungkinkan KM untuk berjalan dengan efektif dan efisien. Alavi (2001) menjelaskan definisi KMS, yaitu sekelompok sistem informasi yang diaplikasikan untuk mengelola knowledge yang terdapat di dalam organisasi. KMS merupakan sistem yang berbasiskan teknologi informasi yang dikembangkan untuk mendukung proses-proses inti dari KM yaitu, penciptaan knowledge (knowledge creation), penyimpanan knowledge (knowledge storage), pemindahan knowledge (knowledge transfer), dan pengaplikasian knowledge tersebut (knowledge application) dalam organisasi.
Dari definisi diatas, sudah cukup jelas bahwa tujuan utama dari KMS adalah untuk menciptakan efektifitas dan efisiensi kerja dari organisasi dengan cara membawa knowledge yang telah ada sebelumnya sebagai dasar pengambilan keputusan dan acuan kerja.
       Menurut Ronald Maier dalam jurnalnya yang berjudul “CENTRALIZED VERSUS PEER-TO-PEER KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEMS”, mengungkapkan bahwa sebuah KMS mempunyai karakteristik seperti dibawah ini :
karakteristik KMS



Group Member :
 1. Ario dwi pratama
 2. Fuja novriansyah
 3. Farid irawan
 4. Muhammad sya' bani
 5. Wahyu jaksana

Tema Project

ANALISIS DESAIN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
Terinspirasi dari :
Tesis              :  ANALISIS DAN PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM DI KANTOR
                          SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK
                        http://thesis.binus.ac.id/Asli/Cover/2009-1-00274-MN%20Cover.pdf
                          ANALISA DAN DESAIN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
                            KEUANGAN PADA PERWAKILAN BPK-RI DI KENDARI
                        http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-14695-approval-sheetpdf.pdf
konferensi        : PENGELOLAAN PENGETAHUAN (KNOWLEDGE-MANAGEMENT) dan MODAL
                            INTELEKTUAL ( INTELLECTUAL CAPITAL) untuk PEMBERDAYAAN UKM*)
                        http://www.batan.go.id/sjk/eII2006/Page04/P04g.pdf
Buku                : BUKU PANDUAN PORTAL KMS
Jurnal              : DESAIN ARSITEKTUR KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM LAYANAN JASA KALIBRASI DI UPT BPI LIPI DENGAN MENGGUNAKAN SOFT SYSTEM METHODOLOGY

http://tekindonesia.blogspot.com/2011/05/normal-0-false-false-false-en-us-x  none_18.html

                       
ANALISIS DESAIN SISTEM KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA UNIT     PELAKSANA TEKNIS PERPUSTAKAAN (studi kasus Usakti)
http://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/123456789/1619/TI004.pdf?sequence=1